News Image

Deskripsi Gambar Image Description : Sinergi Menuju Sertifikasi Pra Akreditasi Syariah RSI Ibnu Sina Bukittinggi.

Perkuat Identitas Islami, RSI Ibnu Sina Bukittinggi Gelar Pra Akreditasi Syariah Bersama MUKISI

Sabtu, 15 August 2026 Admin 81 views

Bukittinggi, 20 Januari 2026 - Sebagai langkah strategis menuju standarisasi pelayanan kesehatan berbasis nilai Islam, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi sukses menggelar kegiatan Pra Akreditasi Syariah. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/1) ini melibatkan seluruh jajaran manajemen, kepala unit pelayanan, staf medis, hingga tenaga pendukung.

Langkah ini merupakan persiapan krusial menyongsong penilaian akreditasi syariah mendatang. Dalam sambutannya, pimpinan RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi menegaskan komitmen rumah sakit untuk tidak sekadar memberikan layanan medis yang profesional, namun juga memastikan setiap aspek pelayanan berlandaskan prinsip syariah (Maqashid Syariah). Integrasi nilai ini diharapkan menjadi value proposition yang membedakan RSI Ibnu Sina Bukittinggi di tengah masyarakat.

Keseriusan RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi dalam agenda ini terlihat dari hadirnya dua narasumber kompeten tingkat nasional :

  1. Prof. Dr. Drg. Wahyu Sulistiadi, MARS Tokoh nasional di bidang Rumah Sakit Syariah ini menekankan urgensi sistem manajemen yang selaras dengan standar syariah. Dalam paparannya, Prof. Wahyu menyoroti pentingnya continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) agar rumah sakit mampu memenuhi ekspektasi penilaian yang ketat dan terukur.
  2. Drg. Sri Rahayu, M.Kes., Ph.D. Beliau membedah implementasi etika syariah dalam pelayanan klinis maupun non-klinis. Materi yang disampaikan mencakup praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan pasien, komunikasi tim medis, serta tata kelola administrasi yang humanis dan profesional.

Rangkaian kegiatan pra akreditasi ini diisi dengan pemetaan standar syariah, diskusi kasus nyata, serta simulasi checklist kesiapan survei. Manajemen RSI Ibnu Sina Bukittinggi menyatakan bahwa agenda ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja.


0 KomentarComments

Belum ada komentar No Comments Yet